UMM Perluas Pengimbasan Pembelajaran Transformatif ke Universitas Muhammadiyah Kupang

Kupang, 26 Mei 2026 – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperluas implementasi Pembelajaran Transformatif di lingkungan perguruan tinggi melalui kegiatan pengimbasan yang kali ini dilaksanakan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Kupang. Kegiatan yang menghadirkan Fasilitator Nasional Pembelajaran Transformatif, Prof. Dr. Mohammad Syaifuddin, M.M., tersebut diikuti oleh 21 dosen FKIP serta sekitar 200 mahasiswa. Pengimbasan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas dosen dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga mampu mendorong mahasiswa berpikir kritis, reflektif, dan menghasilkan perubahan cara pandang yang lebih mendalam terhadap berbagai persoalan yang dihadapi dalam kehidupan nyata. Rektor Universitas Muhammadiyah Kupang, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si, memberikan dukungan penuh dan menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Dia menegaskan bahwa program Visiting Professor merupakan langkah strategis universitas dalam mempercepat internasionalisasi dan peningkatan mutu akademik. Rektor berharap agar konsep pembelajaran transformatif ini dapat segera diinternalisasi oleh seluruh civitas akademika demi mendongkrak kualitas lulusan institusi. Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr. Nurdiyah Lestari, S.Pd., M.Pd. menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim pengimbasan Pembelajaran Transformatif dan menegaskan pentingnya inovasi pembelajaran dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi saat ini. “Perkembangan pembelajaran di perguruan tinggi berlangsung sangat cepat. Dosen dituntut untuk terus mengembangkan kompetensi dan strategi pembelajaran yang mampu memfasilitasi kebutuhan belajar mahasiswa masa kini. Pembelajaran Transformatif menjadi salah satu pendekatan yang sangat relevan untuk mendukung tujuan tersebut,” ujarnya. Sebagai bagian utama kegiatan, Prof. Dr. Mohammad Syaifuddin, M.M. memandu praktik Pembelajaran Transformatif yang melibatkan seluruh dosen peserta. Sebanyak 21 dosen FKIP dibagi ke dalam tiga kelompok untuk mengalami secara langsung tahapan-tahapan pembelajaran transformatif sebagaimana diterapkan dalam proses perkuliahan. Praktik pembelajaran diawali dengan penyampaian tujuan pembelajaran dan penciptaan suasana belajar yang partisipatif. Selanjutnya peserta diberikan trigger berupa kasus dan fenomena nyata yang dirancang untuk menggugah cara berpikir serta menantang asumsi-asumsi yang selama ini digunakan dalam praktik pembelajaran. Dari trigger tersebut, peserta diajak melakukan refleksi kritis terhadap pengalaman dan perspektif yang dimiliki. Proses ini kemudian dilanjutkan dengan dialog reflektif dalam kelompok kecil yang memungkinkan peserta saling bertukar pandangan, menguji argumentasi, dan membangun pemahaman baru melalui diskusi yang terbuka dan konstruktif. Suasana diskusi berlangsung aktif dan dinamis. Para peserta mengkaji berbagai tantangan pembelajaran yang mereka hadapi sekaligus mengeksplorasi strategi untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi mahasiswa. Pada tahap aksi dan integrasi, peserta merancang langkah-langkah konkret yang dapat diterapkan dalam mata kuliah masing-masing dengan mengadaptasi prinsip-prinsip Pembelajaran Transformatif. Setelah praktik pembelajaran, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai konsep, landasan filosofis, karakteristik, serta strategi implementasi Pembelajaran Transformatif di perguruan tinggi. Dalam sesi ini, peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai perancangan pembelajaran dan asesmen yang mampu mendorong terjadinya transformasi cara berpikir mahasiswa. Sesi tanya jawab dan diskusi berlangsung interaktif. Para dosen mengajukan berbagai pertanyaan terkait penerapan Pembelajaran Transformatif dalam mata kuliah yang diampu, strategi merancang aktivitas refleksi kritis, hingga bentuk asesmen yang dapat digunakan untuk mengukur perkembangan kemampuan berpikir mahasiswa. Menurut Prof. Mohammad Syaifuddin, pembelajaran transformatif menjadi salah satu pendekatan yang penting dalam pendidikan tinggi karena memberikan ruang bagi mahasiswa untuk membangun pemahaman secara mendalam melalui proses refleksi dan dialog. “Pembelajaran di perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan mahasiswa yang memahami konsep. Yang lebih penting adalah bagaimana mahasiswa mampu meninjau kembali asumsi yang dimiliki, mengembangkan perspektif baru, dan mengaplikasikan pemahaman tersebut dalam menghadapi persoalan nyata,” jelasnya. Pada sesi refleksi akhir, para dosen peserta menyampaikan bahwa pendekatan Pembelajaran Transformatif sangat relevan untuk diterapkan dalam berbagai mata kuliah karena mampu mendorong mahasiswa berpikir lebih kritis, bernalar secara mendalam, serta merefleksikan pengalaman belajar mereka. Para peserta juga menyatakan komitmen untuk mulai menerapkan pendekatan tersebut pada Sub-CPMK yang relevan dalam mata kuliah yang diampu pada semester berjalan. Respons positif juga datang dari mahasiswa yang mengikuti kegiatan. Mereka menilai praktik pembelajaran yang diperagakan memberikan pengalaman belajar yang berbeda karena mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dalam proses pembelajaran. Menurut mahasiswa, pembelajaran menjadi lebih menantang karena mereka didorong untuk menganalisis masalah, berdiskusi, mengemukakan pendapat, dan menghubungkan materi yang dipelajari dengan realitas kehidupan sehari-hari. Mahasiswa berharap pendekatan serupa dapat diterapkan lebih luas dalam perkuliahan sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik, kontekstual, dan bermakna. Kegiatan pengimbasan di Universitas Muhammadiyah Kupang ini menjadi bagian dari komitmen UMM dalam memperluas jejaring implementasi Pembelajaran Transformatif di berbagai perguruan tinggi. Melalui kolaborasi dan penguatan kapasitas dosen, UMM berharap pendekatan ini dapat berkontribusi terhadap peningkatan mutu pembelajaran di pendidikan tinggi sekaligus menghasilkan lulusan yang lebih reflektif, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Pengimbasan ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi Muhammadiyah dalam memperkuat inovasi pembelajaran. Dengan semakin luasnya implementasi Pembelajaran Transformatif, diharapkan tercipta ekosistem pendidikan tinggi yang mampu mendorong mahasiswa tidak hanya menjadi pembelajar yang kompeten, tetapi juga individu yang mampu berpikir kritis, terbuka terhadap perspektif baru, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.